SAYANGNYA TELAH BERLALU…..

Setelah peristiwa itu, kecil kemungkinan bagi kita untuk dapatbertemu lagi seperti dulu. Pertemuan setelahnya akan mempunyai arti yang sangat berbeda. Aku sangat yakin, belum tentu kita akan dapat menjalaninya, bagaimanapun kesan mendalam yang telah terpatri di dalam pikiran dan hati kita. Hanya untuk sebuah pertemuan yang kita buat. Hanya karena satu hal, kita berdiri di atas realita yang berbeda. Realita yang unik, realita yang enggan untuk sejalan hanya sekedar menemukan adaptasi atau kompromi dari bait-bait harian kita.

Betapa pun banyak kata yang dapat dituliskan di atas kertas untuk sekedar menggantikan pertemuan itu. Rasanya itu tidak ada artinya lagi. Rasanya kalau pertemuan itu terjadi hanya sekedar basa-basi saja.

Apakah tidak ada kerinduan lagi di dalam hati ini ? Pertanyaan yang selalu hadir setiap kali muncul keinginan untuk menemuimu….. Satu hal yang dapat kuungkapkan padamu, aku sangat ingin jumpa kamu. Bila itu terjadi, setidaknya aku ingin datang ke kantin itu. Atau aku benar-benar pergi ke sana, lalu memesan makanan yang biasanya kita pesan waktu itu, sambil sekali berharap engkau akan datang ke tempat itu. Melihatmu berjalan di pengujung pandangan itu rasanya sudah cukup melegakan hasratku untuk bertemu denganmu. Bila itu terjadi, aku sudah senang sekali. Apalagi kudapati engkau sempat menyapaku, tak tergambarkan lagi betapa senangnya dan leganya hatiku.Bagaikan kemarau tersirami air hujan, seperti hilang rasa dahaga rerumputan di luar kantin itu.

Semisal pertemuan kita dulu menjadi kisah yang langka, sudah tentu aku mengenangnya menjadi kenangan manis. Pertemuan melintasi koridor-koridor  itu atau dari satu pintu yang satu ke pintu yang lain atau saat di teras sana itu ketika hujan turun dengan derasnya. Semuanya menorehkan untaian puisi yang tak tergambarkan artinya dalam hatiku.

Sampai suatu ketika kututup lembaran ini, rasanya sayang tuk dilepaskan begitu saja. Tuk kembali menjalani kehidupan itu, sesuai keberadaan yang ada di sekitar diri kita masing-masing. Pertemuan kita telah terhempas oleh egoisme realita. Namun aku yakin masih banyak kebaikan yang bisa kita perbuat, tuk menuju ke sana…………………atau mungkin telah berlalu.

Kapan waktu saja, bila teringat, salamku kan terucap untukmu……….(walau engkau tak mendengarnya).

About Agus Wahyudiono

Puisi Cerita Lepas Cerita Panjang Sebuah Perjalanan

Posted on 20 Mei 2011, in Cerita Lepas. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: