BINTANG MALAM

Sore ini, bintang malam bertemu dengan sang rembulan tepat di atas kepala. Hampir sama, dengan masa itu, ketika aku bersua denganmu, tanpa sengaja, dalam perjalanan di sebuah acara. Sore harinya, dalam catatanku terlihat seperti itu….

Dan ternyata…bertahun sudah kita telah tak sua lagi…ternyata secuil rasa itu, masih melekat dalam hatiku…paling tidak, aku tidak pernah akan lupa akan senyumanmu dan pertemuan-pertemuan itu yang seakan terjadi secara kebetulan. Dan rasanya hari-hari itu aku tidak pernah kehilanganmu, di mana pun kamu berada, aku selalu mendapatimu.

Hingga kusadari bahwa, sejak di awal perjumpaan itu, aku telah terpedaya pada pesona di wajahnya, aku terpedaya oleh senyuman khasnya, aku terpedaya oleh tutur katanya. Pokoknya aku benar-benar terpedaya…

 

Kulihat lihat ia datang bersinar bak bulan purnama itu, begitu menawan hatiku, sampai-sampai begitu lembut dan mempesona, menggores anganku, seperti merembangnya di tengah malam sang bintang malam, di suatu masa, hingga pada malam-malam selanjutnya menyelipkan secuil kerinduan di hatiku.

Sampailah terjalin sebuah puisi ….Kekasihku, aku telah jatuh cinta padamu,……Anganku terbuai ke halusinasi tak bertepi,….Jantungku berdegup dan berdebar keras,…..Terasa sesak napas di dada,….Bergetar urat dan persendian,……Manakala kuingin (sua) dan sua denganmu, dan seterusnya hingga rasa-rasanya pertemuan itu, adalah penawar dari gejolak rasa itu. Rasanya seperti aku tak sanggup lagi untuk tidak bertemu denganmu……….

Namun apalah aku ini..kalau aku hanya mengigau untuk bisa mencintaimu, (Dan) hanya bisa berharap bila waktu menyisakan perjalanan buat kita.

Duhai kekasihku, hanya apa daya pada diriku, bila tiada (cukup) pengorbanan yang dapat kuberikan padamu, bila tiada (cukup) harapan yang dapat kuberikan padamu, dan bila-bila yang lain yang tak lagi tergambarkan…

Dan hingga akhirnya kuputuskan untuk pergi. Dan segenap kerinduan dan impianku tentangmu kugantungkan pada bintang malam itu….kurekatkan kuat di sana…kemana aku pergi pasti akan selalu bersamaku..dan bila suatu saat, bila aku berhasil menatapnya, kurasakan seolah aku telah jua bertemu dirimu…telah menatapmu….dan melepas rasa rindu itu…kerinduanku padamu…

Dan kini seperti aku telah melihatnya lagi….bintang itu ada di atasku…dipandu sang rembulan begitu dekat, dekat sekali …ketika tenggelamnya sang surya itu…hari ini….

About Agus Wahyudiono

Puisi Cerita Lepas Cerita Panjang Sebuah Perjalanan

Posted on 7 Juli 2011, in Cerita Lepas. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: